MALANG- Seorang pendaki yang hilang di Gunung Semeru,
akhirnya ditemukan selamat oleh Tim Search and Rescue (SAR)
Gabungan. Pendaki bernama Aziz Aminudin, 23 tahun, asal
Kabupaten Tegal tersebut ditemukan di daerah Tawon Songo,
Kecamatan Senduro, Lumajang dalam keadaan lemas.
“Alhamdulillah, survivor (korban) bernama Aziz Aminudin kami
temukan selamat sekitar pukul 10.00 tadi (kemarin) di daerah
Tawon Songo Senduro,” ujar dedengkot tim SAR Mahameru,
Heru Soekarno.
Dia menjelaskan, korban ditemukan sekitar tujuh kilometer dari
area Blank 75 tempat yang diperkirakan korban hilang
sebelumnya. Saat ditemukan, korban dalam keadaan sadar dan
sedang tiduran di bawah pohon karena kondisinya lemas. Selain
itu, bekal yang dibawa korban berupa satu botol air sudah habis.
“Setelah ditemukan, kami mengevakuasinya ke Pos Pendakian
Tawon Songo menggunakan tandu,” terangnya.
Proses evakuasi sendiri membutuhkan waktu sekitar satu jam
dan berjalan lancar. Lantaran cuaca saat itu mendukung untuk
dilakukannya proses evakuasi. Selain itu, tempat ditemukan
korban jaraknya dekat dengan Pos Tawon Songo. Dari pos itu,
korban dibawa ke RS Bhayangkara Lumajang untuk
mendapatkan perawatan yang insentif. Masih kata Heru, korban
bertahan hidup karena memanfaatkan bekal sisa yang
dibawanya. Yakni satu botol air mineral dan beberapa potong
roti untuk dia makan selama tersesat.
“Menurut korban setelah bekalnya habis, dia minum air yang
ditemuinya. Kata survivor, juga sempat makan buah yang
katanya seperti cheri dan bentuknya kecil,” urai dia. Sementara
itu, Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
(TNBTS), Ayu Dewi Untari bersyukur korban dapat ditemukan
dalam keadaan selamat. Selanjutnya, dia mengimbau kepada
seluruh pendaki Gunung Semeru supaya mematuhi peraturan.
Utamanya mematuhi tempat yang menjadi batasan pendakian. (Gambar Mas
Aziz ketika sudah di evakuasi, memakai celana merah)
Sumber : www.malang-post.com/metro-raya/87460-pendaki-semeru-tersesat-ditemukan-selamat
Jumat, 06 Juni 2014
Pendaki Yang Hilang di Mahameru Sudah Diketemukan
Label: Renanda Ardian Syahnar
Renanda Ardian Syahnar
Rabu, 04 Juni 2014
Pencarian Pendaki Hilang Di Mahameru
MALANG - Tim SAR gabungan dari Lumajang dan petugas TNBTS, serta relawan hari ini masih mencari keberadaan Aziz Aminudin (Memakai Kacamata), pendaki asal Tegal, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang, sejak 2 Juni 2014.Tim SAR Gabungan dipimpin Komando Open SAR Kepala Wilayah Dua TNBTS Ahmad. Dalam pencarian, mereka berkoordinasi dengan tim advance yang berangkat lebih dulu.
"Tim sudah berangkat tadi pagi," kata Kepala Balai Besar TNBTS Ayu Dewi Utari, kepada wartawan, Rabu (4/6/2014).
Ditambahkan dia, survivor sempat bertemu dengan seorang porter di sekitar puncak Semeru, pada 2 Juni 2014, sekira pukul 09.00 WIB. Aziz sendiri berangkat bersama enam rombongan yang ngecamp di Kalimati.
Namun, dia naik ke puncak sindiri bersama rombongan lain dan meninggalkan rekan-rekannya. Tetapi saat para pendaki yang diikuti sudah turun dari puncak, dia dinyatakan hilang.
Bagi warga Lumajang dan sekitarnya atau sesama pendaki Semeru yang tahu informasi terbaru, MOHON memberi tahu kami secepatnya dengan koment di status ini atau inbox ke FB saya. Matur Nuwun.
Label: Renanda Ardian Syahnar
Renanda Ardian Syahnar
Selasa, 03 Juni 2014
Cara Menyalakan Api Saat Hujan Di Alam Bebas
Menyalakan api untuk keperluan memasak atau membuat api unggun memang
sebuah kegiatan yang menjadi wajib dilakukan saat berada di alam bebas. Api unggun saat hujan atau saat hawa dingin bisa untuk mencegah hipotermia, mengeringkan gear serta pakaian perlengkapan perjalanan petualangan.
Kemudian sering sobat Pendaki menemui kesulitan untuk menyalakan api saat hujan di alam bebas , tentu karena basah dan udara dingin.
Dan berikut ini Cara Menyalakan Api Saat Hujan Di Alam Bebas .
Sebelumnya persiapkan alat - alat berikut ini:
1. Pastikan tempat sobat Pendaki hendak membuat api unggun adalah legal dan tidak dilarang.
2. Masukkan Rabuk Kering kedalam tas, dan lebih dahulu di masukkan dalam Kantong Plastik Kedap Udara . Rabuk ini nantinya akan membantu sobat Pendaki untuk membakar kayu basah dengan Korek Api .
3. Korek api tahan air dan tahan angin yang ringan, juga disimpan dalam tas serta masukkan juga kedalam Plastik Kedap Udara tadi.
4. Carilah di bawah langkan berbatu atau di bawah semak - semak untuk kayu kering atau semi kering. Kumpulkan kayu yang cukup untuk menjaga api agar tetap menyala nantinya.
5. Gunakan Tinder atau Rabuk Kering atau bisa juga kayu untuk menyalakan api.
6. Pastikan sobat Pendaki memiliki banyak sumbu atau batang kecil untuk membuat api kecil anda. Hidupkan api dengan Tinder atau Rabuk Kering hingga akan menyala baik, tetapi akan terbakar sangat cepat jika sobat Pendaki tidak menambahkan sesuatu seperti kayu kering /semi kering untuk mempertahankan nyala api.
7. Sementara itu pakaian yang basah bisa diletakkan didekat api agar kering.
8. Untuk digunakan tidur, bisa di pakai bekas arang kayu yang dibakar tadi yang telah padam. Tentu ini lebih kering daripada daerah sekitar sobat Pendaki.
9. Bersabarlah dalam membuat api, tetapi tetaplah yakin. Karena kegiatan ini akan menyita banyak waktu untuk menyalakan api saat keadaan sedang hujan , tetapi dengan pilihan material yang tepat, segalanya mungkin masih bisa dilakukan.
TIPS LAIN
Untuk agar bisa mengetahui kelembaban kayu, dengan mematahkan tongkat atau ranting untuk melihat kekeringan kayu. Jika terasa garing, harus cukup kering di bagian dalamnya supaya bisa digunakan untuk membakar atau membuat api unggun . Gunakan pisau untuk meraut kayu atau ranting sampai sobat Pendaki mendapatkan bagian kayu yang kering.
Bawalah kompor backpacking yang baik dan serta gas bakar yang cukup. Jadi bahan bakar yang dibawa jadi lebih efektif, karena sobat Pendaki akan jarang memakai bahan bakar dan pada saatnya sobat Pendaki akan lebih membutuhkan api unggun di daerah tertentu, karena pada dasarnya fuel stove atau bahan bakar memang lebih efisien untuk memasak dan merebus air bukan sebagai penghangat seperti api unggun.
Jangan pernah memutuskan ranting atau cabang dari pohon berdiri, bahkan jika pohon tampaknya sudah mati.
Sebaiknya sobat Pendaki hanya menggunakan kayu yang telah jatuh di tanah karena ini termasuk perbuatan vandalisme , dan pastikan bahwa ditempat itu sobat greeners FHI diizinkan untuk mengumpulkan kayu / ranting jatuh.
Jangan biarkan api unggun menyala jika sudah tidak dipakai. Apalagi sobat greeners FHI berkemah di daerah pegunungan . Hal ini akan mengantisipasi kebakaran hutan , karena perlu ratusan tahun di daerah pegunungan untuk pulih dari api.
Note : Peralatan di atas bisa sobat Pendaki dapatkan di toko - toko outdoor di dekat kota sobat Pendaki.
Kemudian sering sobat Pendaki menemui kesulitan untuk menyalakan api saat hujan di alam bebas , tentu karena basah dan udara dingin.
Dan berikut ini Cara Menyalakan Api Saat Hujan Di Alam Bebas .
Sebelumnya persiapkan alat - alat berikut ini:
1. Pastikan tempat sobat Pendaki hendak membuat api unggun adalah legal dan tidak dilarang.
2. Masukkan Rabuk Kering kedalam tas, dan lebih dahulu di masukkan dalam Kantong Plastik Kedap Udara . Rabuk ini nantinya akan membantu sobat Pendaki untuk membakar kayu basah dengan Korek Api .
3. Korek api tahan air dan tahan angin yang ringan, juga disimpan dalam tas serta masukkan juga kedalam Plastik Kedap Udara tadi.
4. Carilah di bawah langkan berbatu atau di bawah semak - semak untuk kayu kering atau semi kering. Kumpulkan kayu yang cukup untuk menjaga api agar tetap menyala nantinya.
5. Gunakan Tinder atau Rabuk Kering atau bisa juga kayu untuk menyalakan api.
6. Pastikan sobat Pendaki memiliki banyak sumbu atau batang kecil untuk membuat api kecil anda. Hidupkan api dengan Tinder atau Rabuk Kering hingga akan menyala baik, tetapi akan terbakar sangat cepat jika sobat Pendaki tidak menambahkan sesuatu seperti kayu kering /semi kering untuk mempertahankan nyala api.
7. Sementara itu pakaian yang basah bisa diletakkan didekat api agar kering.
8. Untuk digunakan tidur, bisa di pakai bekas arang kayu yang dibakar tadi yang telah padam. Tentu ini lebih kering daripada daerah sekitar sobat Pendaki.
9. Bersabarlah dalam membuat api, tetapi tetaplah yakin. Karena kegiatan ini akan menyita banyak waktu untuk menyalakan api saat keadaan sedang hujan , tetapi dengan pilihan material yang tepat, segalanya mungkin masih bisa dilakukan.
TIPS LAIN
Untuk agar bisa mengetahui kelembaban kayu, dengan mematahkan tongkat atau ranting untuk melihat kekeringan kayu. Jika terasa garing, harus cukup kering di bagian dalamnya supaya bisa digunakan untuk membakar atau membuat api unggun . Gunakan pisau untuk meraut kayu atau ranting sampai sobat Pendaki mendapatkan bagian kayu yang kering.
Bawalah kompor backpacking yang baik dan serta gas bakar yang cukup. Jadi bahan bakar yang dibawa jadi lebih efektif, karena sobat Pendaki akan jarang memakai bahan bakar dan pada saatnya sobat Pendaki akan lebih membutuhkan api unggun di daerah tertentu, karena pada dasarnya fuel stove atau bahan bakar memang lebih efisien untuk memasak dan merebus air bukan sebagai penghangat seperti api unggun.
Jangan pernah memutuskan ranting atau cabang dari pohon berdiri, bahkan jika pohon tampaknya sudah mati.
Sebaiknya sobat Pendaki hanya menggunakan kayu yang telah jatuh di tanah karena ini termasuk perbuatan vandalisme , dan pastikan bahwa ditempat itu sobat greeners FHI diizinkan untuk mengumpulkan kayu / ranting jatuh.
Jangan biarkan api unggun menyala jika sudah tidak dipakai. Apalagi sobat greeners FHI berkemah di daerah pegunungan . Hal ini akan mengantisipasi kebakaran hutan , karena perlu ratusan tahun di daerah pegunungan untuk pulih dari api.
Note : Peralatan di atas bisa sobat Pendaki dapatkan di toko - toko outdoor di dekat kota sobat Pendaki.
Label: Renanda Ardian Syahnar
Renanda Ardian Syahnar
Langganan:
Postingan (Atom)

